GURU IPA BANYUASIN

Ulangan Harian Sistem EkresiI Kelas IX

Contoh Soal Ipa Kelas 9
Ulangan Harian Sistem EkresiI Kelas IX
http://guruipabanyuasin.blogspot.com/
1.  Fungsi paru-paru antara lain adalah untuk....
A. mengeluarkan CO2 dan H2O
B. mengedarkan darah
C. menyaring darah
D. mengeluarkan CO2 dan O2

soal ipa smp kelas 9 dan kunci jawaban

2.  Perhatikan data berikut! Data tersebut membuktikan bahwa zat yang dikeluarkan kulit adalah…
A. urea
B. garam
C. air
D. minyak

3.  Pernyataan yang tidak benar tentang ginjal adalah....
A. berbentuk seperti kacang
B. terdiri atas 3 lapisan (korteks, medulla, pelvis)
C. terletak di bawah diafragma sebelah kanan
D. berjumlah sepasang

4.  Untuk membuktikan zat yang dikeluarkan oleh paru-paru digunakan Alat dan bahan antara lain….
A. kertas kobalt dan cermin
B. tabung reaksi dan kertas kobalt
C. tabung reaksi dan kapur
D. kertas koblat dan air kapur

5.  Penyaringan darah dalam ginjal terjadi di lapisan…  
A. ureter
B. korteks
C. pelvis
D. medula

6.  Reabsorbsi dalam proses pembentukan urine terjadi di dalam nefron pada bagian....
A. glomerulus
B. tubulus kontortus proksimal
C. tubulus kontortus distal
D. kapsula bowman

7.  Zat buangan yang dikeluarkan dari hati adalah…  
A. urine
B. karbondioksida
C. empedu
D. uap air

http://guruipabanyuasin.blogspot.com/
8.  Perhatikan gambar berikut! Kelenjar keringat ditunjukkan oleh gambar yang bernomor....
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4

9.  Fungsi ginjal adalah untuk....
A. menawarkan racun (detoksifikasi)
B. mengatur suhu tubuh
C. menghasilkan hormon insulin
D. menyaring darah

10.  Penyakit kencing manis yang berlarut-larut dapat menyebabkan....
A. sirosis hati
B. gagal ginjal
C. batu ginjal
D. nefrolitiasis

11.  Berikut merupakan alat-alat ekskresi pada manusia, keculai....
A. ginjal
B. hati
C. paru-paru
D. jantung

12.  Jika cermin ditiup maka akan menjadi buram. Hal tersebut membuktikan bahwa paru-paru mengeluarkan....
A. oksigen
B. uap air
C. karbondioksida
D. nitrogen

13.  Berikut yang bukan merupakan fungsi kulit adalah....
A. alat pengeluaran keringat
B. mengatur suhu tubuh
C. sebagai pelindung dari gangguan fisik, kimia, dan biologi
D. membentuk vitamin A dari provitamin A

14.  Alat pengeluaran manusia yang juga berfungsi untuk mengatur kadar gula dalam darah adalah....
A. ginjal
B. hati
C. kulit
D. paru-paru

15.  Urutan tahapan pembentukan urine pada dalam ginjal yang benar adalah....
A. augmentasi-filtrasi-reabsorbsi
B. filtrasi-augmentasi-reabsorbsi
C. filtrasi-reabsorbsi-augmentasi
D. reabsorbsi-filtrasi-augmentasi
http://guruipabanyuasin.blogspot.com/

16.  Perhatikan gambar berikut! Percobaan di atas bertujuan untuk mebuktikan bahwa… a.       b.      c.      d.     
A. paru-paru mengeluarkan O2
B. paru-paru mengeluarkan CO2
C. paru-paru mengeluarkan H2O
D. paru-paru mengeluarkan H2O2

17.  Perhatikan gambar berikut! Ureter ditunjukkan oleh gambar yang diberi nomor...
A. 1
B. 2
C. 3
D. 5
http://guruipabanyuasin.blogspot.com/

18.  Perhatikan gambar berikut! Nefron (alat penyaring darah) terdapat pada bagian yang diberi nomor…Nefron (alat penyaring darah) terdapat pada bagian yang diberi nomor…
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
http://guruipabanyuasin.blogspot.com/
Baca Juga : soal ipa smp kelas 8 semester 1 dan kunci jawaban
19.  Perhatikan gambar berikut! Proses penyaringan darah terjadi di bagian yang bernomor....
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4

20.  Penyakit yang ditandai dengan adanya gula dalam urine adalah....
A. albuminuria
B. diabetes mellitus
C. kencing batu
D. nefritis

Soal uts ipa kelas 8 semester 2 dan kunci jawaban sistem ekskresi

SOAL MATERI SISTEM EKSKRESI KLS 8

1. Zat sisa metabolisme berupa cairan empedu dikeluarkan melalui....
a. Kulit c. Paruparu
b. Ginjal d. Hati
Cairan empedu merupakan sisa metabolisme di hati. C airan empedu berisi bilirubin dan biliverdin yang merupakan hasil pembongkaran hemoglobin dalam sel darah merah.Hemoglobin ini di bongkar menjadi zat besi,globin dan hemin. Hemin inilah yang akan diubah menjadi bilirubin dan biliverdin.Bilirubin merupakan pigmen yang menjadikan urin fan tinja berwarna kuning.Cairan empedu dibuang melalui ginjal dan anus.
Jawaban : (b) Soal uts ipa kelas 8 semester 2 dan kunci jawaban

2. Fungsi ginjal yang utama adalah...
a. Menyaring karbondioksida
b. Menyaring plasma darah
c. Mengeluarkan keringat
d. Mengeluarkan cairan empedu
Pembahasan :
Fungsi utama ginjal adalah menyaring plasma darah serta membuang zat-zat yang berlebihan dan zat sisa yang ada di dalam darah.Zat sisa yang tidak berguna dan zat-zat yang berlebih dibuang dalam bentuk urin.Mengeluarkan keringat adalah fungsi kulit. Mengeluarkan cairan empedu adalah fungsi hati.
Jawaban : b

3. TBC merupakan kelainan paru-paru yang dapat disebarkan melalui cara berikut,kecuali..
a. Cairan ludah yang keluar saat batuk.
b. Menggunakan masker bergantian dengan penderita.
c. Menggunakan alat makan bergantian dengan penderita.
d. Menggunakan masker ketika berhadapan dengan penderita.
Pembahasan :
TBC merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.Bakteri dari penderita dapat tersebar ke orang lain melalui droplet(cairan ludah yang tersebar saat batuk atau bersin),dan menggunakan alat makan atau masker secara bersama dengan penderita. Untuk mencegahnya adalah menggunakan masker ketika berhadapan dengan penderita,menyediakan ventilasi ruangan sehingga sinar matahari dapat masuk dan sirkulasi udara berjalan baik.
Jawaban : d

4. Urea merupakan zat sisa yang di buang melaui urin. Pembentukan urea berlangsung di..
a. Kulit c. Ginjal
b. Paru-paru d. Hati
Pembahasan :
Urea merupakan zat sisa hasil pembongkaran protein di hati. Protein di bongkar menjadi asam amino. Asam amino dibongkar menjadi amonium (NH3) dan
karbondioksida(CO2) . Di hati, amonium dan karbondioksida bereaksi membentuk urea.
Jawaban : d

5. Zat berikut yang mudah masuk ke urin dan diserap kembali ke darah adalah...
a. Albumin c. Fibrinogen
b. Protein d. Glukosa
Pembahasan :
Zat yang mudah masuk ke urin dari darah adalah zat yang berukuran kecil. Albumin ,fibrinogen dan glubolin merupakan protein yang bermolekul besar sehingga tidak dapat masuk ke urin.Zat berguna yang dapat masuk ke urin dan diserap kembali ke darah adalah glukosa.
Jawaban : d

keringat
Baca Juga : soal ipa smp kelas 8 semester 1 dan kunci jawaban

6. Fungsi utama pengeluaran keringat adalah membuang.....
a. Garam c. Air
b. Panas d. Urea
Pembahasan :
Fungsi utama pengeluaran keringat adalah membuang panas. Ketika panas tubuh meningkat,kelenjar keringat menyerap air dan garam dari kapiler darah untuk dikeluarkan ke permukaan kulit.Dalam perjalanan dari pangkal kelenjar keringat ke permukaan kulit,keringat(air dan garam) akan menyerap panas. Kemudian keringat menguap dan panas dibuang ke lingkungan melalui permukaan tubuh.
Jawaban : b

7. Satuan unit terkecil di ginjal yang bertugas membentuk urin adalah...
a. Kapsula bowman
b. Glomerulus
c. Tubulus
d. Nefron
Pembahasan :
Pembentukan urin di ginjal berlangsung dalam 3 tahap yaitu ; filtrasi di badan malpighi yang terdiri atas glomerulus dan kapsula bowman,reabsorpsi di tubulus proksimal serta distal dan sekresi tubular di tubulus distal. Jadi pembentukan urin berlangsung dari glomerulus hingga tubulus,yang semuanya berada di bagian yang di sebut nefron.
Jawaban :d

8. Pada saat orang berkeringat berlebih maka terbentuk urin yang...
a. Sedikut dan pekat
b. Sedikit dan encer
c. Banyak dan pekat
d. Banyak dan encer
Pembahasan :
Pada saat berkeringat berlebihan maka tubuh kekurangan cairan karena dehidrasi. Usaha tubuh untuk mengatasi kekurangan air adalah dengan mereabsorpsi(menyerap kembali) air yang sudah menjadi urin sehingga terbentuk urin yang sedikit dan encer.
Jawaban ; a

9. Pada manusia yang sehat,ginjal berfungsi untuk menyaring darah. Zat berikut yang ada dalam darah dan urin primer,namun tidak ada di urin sekunder adalah...
a. Urea c. Glukosa
b. Garam d. Urobilin
Pembahasan :
Zat di dalam darah yang masuk ke urin primer adalah air,garam,mineral,urea,urobilin dan glukosa. Zat yang masih berguna akan diserap kembali(reabsorpsi) sebagian yaitu air dan garam mineral atau diserap seluruhnya yaitu glukosa. Oleh karena itu dalam urin sekunder sudah tidak mengandung glukosa lagi. Zat yang tidak berguna akan dibuang melalui urin yaitu urea dan urobilin(zat warna empedu)
Jawaban : c

10. Reabsorpsi ion kalsium di tubulus kolektivus ginjal dibantu oleh hormon..
a. Antidiuretika
b. Aldosteron
c. Paratiroid
d. Insulin
Pembahasan :
Reabsorpsi fakultatif dapat berlangsung di tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus. Reabsorpsi fakultatif terjadi dengan bantuan hormon. Misalnya reabsorpsi ion kalsium di bantu oleh hormon paratiroid,ion natrium dibantu oleh hormon aldosteron,reabsorpsi air dibantu oleh hormon antidiuretika.
Jawaban : c

11. Penderita diabetes insipidus(banyak buang air kecil) dapat disebabkan oleh...
a. Kelebihan hormon antidiuretika
b. Kekurangan hormon antidiuretika
c. Kelebihan hormon insulin
d. Kekurangan hormon insulin
Pembahasan :
Reabsorbsi fakultatif air dibantu oleh hormon antidiuretika(ADH).Pada orang yang kekurangan ADH reabsorpsi sedikit sehingga air dalam urin menjadi berlebih(banyak urin)
Jawaban :b

12. Bilirubin merupakan zat sisa hasil pembonkaran....
a. Hemoglobin di hati
b. Protein di hati
c. Hemoglobin di kantong empedu
d. Protein di kantong empedu
Pembahasan :
Bilirubin merupakan za t sisa hasil pembongkaran hemoglobin di hati. Hemoglobin yang ada dalam sel darah merah akan di bongkar oleh sel kupler yang ada di hati menjadi zat besi (Fe) ,globin dan hemin. Hemin di ubah menjadi bilirubin.
Jawaban : a

13. Zat berikut kadarnya lebih tinggi di urin daripada di plasma darah kecuali...
a. Urea c. Bilirubin
b. Kreatinin d. Glukosa
Pembahasan :
Zat sisa metabolisme dibuang melalui urin. Kadar zat sisa dalam urin yang lebih tinggi dibandingkan di dalam plasma darah yaitu urea,kreatinin dan bilirubin. Glukosa setelah masuk ke urin akan diserap kembali (reabsorpsi) dan masuk ke plasma darah.
Jawaban :d
8. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN TINDAK LANJUT

8. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN TINDAK LANJUT

BAB V
KESIMPULAN, SARAN DAN TINDAK LANJUT

A. Kesimpulan
Setelah melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu tiga siklus untuk materi tentang sistem tata surya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
a. Penggunaan metode dan media pembelajaran secara tepat mampu memicu keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses pembelajaran sehingga dapat memotivasi siswa dalam meningkatkan hasil belajarnya.
b. Sebagai motivator dan fasilitator, guru harus dapat menciptakan kondisi agar siswa tertarik untuk belajar, kondisi ini dapat diciptakan jika guru mampu menggunakan metode dan media belajar yang efektif pada pembelajaran tentang sistem tata surya secara tepat.

B. Saran dan Tindak Lanjut
1. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, terdapat beberapa hal yang sebaiknya dilaksanakan oleh guru dalam melaksanakan proses pembelajaran diantaranya adalah :
Penggunaan metode demonstrasi serta media audio visual yang disesuaikan dengan materi ajar dapat membantu siswa untuk lebih mudah memahami materi pembelajaran yang disampaikan di banding hanya menggunakan metode ceramah saja.


2. Tindak lanjut
Berdasarkan kesimpulan tersebut, hal yang penting dan perlu diperhatikan untuk menindak lanjuti hasil penelitian tindakan kelas oleh guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yaitu :
a. Sebelum pembelajaran dimulai guru harus menyiapkan suatu strategi pembelajaran yang tepat, lengkap dan terencana.
b. Dalam menyampaikan materi pembelajaran agar lebih sistematis dan mudah dimengerti siswa guru harus mengunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pelejaran.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsimi,Dr.(1990). Manajemen Pengajaran secara manusiawi. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Arikuntoro, Suharsini. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Asnawir. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers.
Ensiklopedi IPTEK/Ensiklopedi Sains untuk Pelajar dan Umum. 2004. Bumi-Ruang dan Waktu. Jakarta: PT. Lentera Abadi.
Djam’an, Satori. (2007). Profesi Keguruan. Jakarta : Universitas Terbuka.
Hamalik, Oemar, Drs. (1995). Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar. Bandung : Tarsito.
Hera, Lestari, Mikarsa, dkk.(2007). Pendidikan Anak di SD. Jakarta : Universitas Terbuka.
Meleong, J.Lexy. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Rahadi, Aristo. 2004. Media Pembelajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Roestiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rhineka Cipta.
Rositawaty. S. 2008. Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Nasional.
Sadiman, Arief. S, Dr., M.Sc., dkk. (1986). Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya). Jakarta : Pustekkom Dikbud dan CV. Rajawali.
Setiawan, Denny, M.Ed., dkk. (2007). Komputer dan Media Pembelajaran. Jakarta : Universitas Terbuka.
Sudjana, Nana. (1990). Media Pembelajaran. Bandung : CV. Sinar
http://guruipabanyuasin.blogspot.com
9. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB  IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN B. Pembahasan Dari setiap Siklus

9. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN B. Pembahasan Dari setiap Siklus

B. Pembahasan Dari setiap Siklus
1. Pembahasan Hasil Temuan
Berdasarkan hasil obervasi dan refleksi selama proses pembelajaran tentang sistem tata surya menggambarkan bawah dengan menerapkan metode demonstrasi dengan menggunakan media audio visual siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti proses pemebalajaran dan siswa lebih menguasai materi pembelajaran yang disampaikan. Perkembangan hasil yang diperoleh dari tiap siklus adalah sebagai berikut :

a. Siklus I
Selama proses pembelajarn, aktifitas guru kurang menarik minat dan perhatian siswa. Dengan metode ceramah guru terlalu banyak memberikan penjelasan tanpa memberikan menggunakan media peraga apapun, guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran akibatnya proses pembelajaran kurang berhasil. Siswa hanya diam mendengarkan penjelasan guru. Aktifitas dan kreatifitas siswa kurang terpacu, siswa kurang terlibat dalam proses pembelajaran dan kurang diberi latihan.
Hasil belajar siswa pada siklus I mata pelajaran IPA rendah, yaitu 60, hal ini karena guru hanya memberikan metode ceramah tanpa menggunakan media yang dapat menarik perhatian siswa.
b. Siklus II
Hasil pembelajaran pada siklus II ditunjukkan sebagai berikut :
Proses kegiatan belajar mulai menarik perhatian siswa serta terlihat semangat dan aktif dalam mendemonstrasikan alat peraga yang disiapkan oleh guru. Penggunaan media penunjang berupa gambar ternyata mulai menarik perhatian siswa. Siswa mulai aktif menjawab pertanyaaan-pertanyaan yang diajukan guru.
Hasil belajar yang dicapai siswa pada siklus II mengalami peningkatan dibandingkan pada siklus I yakni mencapai rata-rata 65.

c. Siklus III
Hasil pembelajaran pada siklus III ditunjukkan sebagai berikut :
Proses kegiatan belajar mengajar berbeda dengan siklus I dan II. Guru tidak hanya menerangkan dengan menggunakan metode ceramah, tetapi juga dengan menerapkan metode demonstrasi dengan menggunakan media audio visual. Siswa diberi latihan-latihan dan dalam mendemonstrasikan alat peraga difokuskan pada anak yang daya serapnya rendah, tujuannya agar meningkatkan daya ingatnya.
7. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB  IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Per Siklus

7. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Per Siklus

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Per Siklus

1. Hasil Pengolahan Data dan Pengamatan.

Penelitian tindakan kelas ipa smp kelas 8 semester 1 . Peneltian ini yang dilakukan pada 3 siklus pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) tentang Sistem Tata Surya. Waktu yang digunakan untuk setiap kali pertemuan adalah 80 menit dan 120 menit.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dari pembelajaran siklus pertama hingga yang ke-tiga menunjukkan adanya perubahan baik pada diri siswa, hasil belajar maupun kemampuan profesionalisme gurunya. Perolehan hasil belajar yang dicapai siswa sebanyak 3 siklus untuk materi tentang sistem tata surya dengan KKM 65.

Tabel 2. Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus I – III
No Nama Siswa L/P Siklus Ket
I II III
1 Almiah P 50 70 70
2 Agung Setiawan L 50 70 70
3 Ananda Apriyanti Kartini P 60 60 70
4 Arif Fadhila Rokhim L 80 90 100
5 Berliansyah L 60 60 70
6 Dewi Rahayu P 60 60 70
7 Diana Laelasari P 50 60 60
8 Elen P 30 40 50
9 Elvira Viriya Hakim P 70 80 90
10 Eveline Viriya Hakim P 70 80 80
11 Exsan Hidayat L 40 50 60
12 Fahlul Muhajir L 80 80 100
13 Faozi Latif L 60 70 80
14 Febriansyah L 70 70 80
No Nama Siswa L/P Siklus Ket
I II III
15 Fatimah Azzahra P 70 80 90
16 Fika Wahidatunnisa P 80 80 100
17 Gilang Livaldi L 40 50 60
18 Huswatun Fadilah P 50 50 60
19 Indah P 70 70 80
20 Isa Sampurna L 30 40 50
21 Junisai Daud L 70 70 70
22 Kelvin Gunawan L 70 70 80
23 Khoirunisah P 80 80 90
24 Khusnul Khotimah P 50 60 70
25 Kristin P 60 60 70
26 Kus Sundari P 50 60 60
27 Laela Alfiah Nur Hakim P 60 70 80
28 Lely Herviani P 80 80 90
29 Meliyanti P 70 70 80
30 Moch. Nasir L 70 70 80
31 Noni Yuli Anggraini P 50 50 80
32 Nopita Sari P 50 50 60
33 Nur Amalia P 50 50 50
34 Nurmalasari. H P 50 50 40
35 Nurul Herviani P 80 80 80
36 Oktaviani Wahyuni P 70 70 90
37 Rahmadanti Nur Safitri P 60 60 70
38 Rifqi Pangestu L 40 50 50
39 Siti Amelia P 50 70 80
40 Siti Aminah Islamiyah P 50 70 70
41 Syapta Pradifta L 70 80 80
42 Teby Pratama L 60 60 70
43 Yohanda Halim L 60 60 70
Jumlah 2570 2800 3160
Rata-rata Kelas 60 65 74
Lanjutan Tabel 2. Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus I – III


Tabel 3. Nilai Rata-Rata Hasil Belajar pada Siklus I

No Nilai Jumlah Siswa Jumlah Nilai Prosentase Ket
Tuntas Tidak Tuntas
1 100 - - Nilai rata-rata kelas 2570 : 43 = 60
2 90 - -
3 80 6 480 18,67 % -
4 70 11 770 29,96 % -
5 60 9 540 21 %
6 50 12 600 23,34 %
7 40 3 120 4,67 %
8 30 2 60 2,33 %
9 20 -
10 10 -
Jumlah 43 2570 49 % 51 %


Dari data pada siklus I menunjukkan bahwa walaupun hasil rata-rata kelas mencapai nilai 60 ternyata masih ada siswa yang belum tuntas karena mendapatkan nilai di bawah KKM. Siswa yang mendapat nilai 100 dan 90 tidak ada, siswa yang mendapat nilai 80 hanya 6 orang (18,67%), siswa yang mendapat nilai 70 sebanyak 11 orang (29,96%), siswa yang mendapatkan nilai 60 sebanyak 9 orang (21%), siswa yang mendapatkan nilai 50 sebanyak 12 orang (23,34%), siswa yang mendapatkan nilai 40 sebanyak 3 orang (4,67%), siswa yang mendapatkan nilai 30 sebanyak 2 orang (2,33%),. Berdasarkan hasil yang dicapai tersebut maka siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 17 orang yaitu sekitar 49%. Sedangkan yang tidak mencapai ketuntasan belajar sebanyak 26 orang yaitu sekitar 51%.

6. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

6. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. SUBYEK PENELITIAN

1. Tempat Penelitian
Tempat pelaksanaan perbaikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mengenai sistem tata surya yaitu di SMPN 4 Banyuasin III, yang berada di wilayah Sumatera Selatan

2. Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan perbaikan terdiri dari 3 siklus, yang dilaksanakan selama bulan April 2011 Jadwal perbaikan sebagai berikut :

Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Pembelajaran

Siklus Tanggal Mata Pelajaran Materi
I      06-04-2011  IPA Matahari sebagai pusat Tata Surya
II    13-04-2011  IPA Planet-planet dalam tata surya
III   20-04-2011  IPA Profil dari 8 planet dalam tata surya


3. Karakteristik Siswa
Usia siswa di sekolah dasar yaitu sekitar 12-15. Masa ini merupakan masa sekolah dan siap untuk belajar. Pada masa ini anak telah mampu mengembangkan psikologi kognitif yang harus dikembangkan secara kongkret
B. Deskripsi Per Siklus
Selama perbaikan pembelajaran dilaksanakan penulis selaku peneliti yang bertindak sebagai observer mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan mencatat hal – hal yang penting untuk perbaikan pembelajaran. Data–data selama 3 siklus pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mengenai sistem tata surya. 
Prosedur perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan mengacu kepada tahap Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas IX.1
Dalam melaksanakan proses perbaikan pembelajaran, penulis melakukan berbagai persiapan mencari jalan untuk mengatasi dan memperbaiki masalah tersebut dengan melakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Menyusun skenario pembelajaran atau Rencana Pembelajaran (RP).
2. Merumuskan tujuan pembelajaran.
3. Menetapkan metode dan media pembelajaran.
4. Menyiapkan instrumen evaluasi.

1. Langkah-langkah yang ditempuh pada perbaikan pembelajaran
a. Siklus I
1). Rencana Perbaikan
Adapaun rencana perbaikan yang dilakukan oleh penulis adalah sebagai berikut :
(a). Mengamati proses belajar mengajar di kelas
(b). Penulis mengumpulkan data berupa peristiwa dan hasil belajar yang dicapai oleh siswa
(c). Melakukan wawancara dengan siswa untuk mengetahui keinginan mereka untuk belajar.
(d). Melakukan pemeriksaan kembali dokumen yang ada seperti rencana persiapan mengajar dan soal evaluasi.

2). Pelaksanaan Perbaikan
(a). Guru memberikan materi pokok tentang matahari sebagai pusat tata surya.
(b). Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang matahari sebagai pusat tata surya.
(c). Siswa dan guru melakukan tanya jawab dan guru memberikan soal-soal latihan.
(d). Siswa mengerjakan soal latihan.
(e). Membahas soal latihan bersama-sama.
(f). Diakhir pembelajaran guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran dan memberikan tindak lanjut berupa PR.

3). Pengamatan/Pengumpulan Data/Instrumen
(a). Dalam proses belajar mengajar siswa kurang aktif dan masih ada yang bermain dengan temannya.
(b). Anak masih ada yang tidak dapat menyelesaikan tugas tepat waktu.
(c). Guru kurang memantau siswa saat mengerjakan latihan atau tugas yang diberikan.

4). Refleksi
(a). Hasil evaluasi pada siklus ini dengan rata-rata masih kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 59 yang seharusnya 60.
(b). Siswa yang banyak bermain di kelas dan mengganggu temannya diberi teguran oleh guru.
(c). Masih adanya siswa yang tidak dapat menyelesaikan tugas karena belum tepatnya penggunaan metode pembelajaran.

5. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB II KAJIAN PUSTAKA B. Media Audio Visual

5. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB II KAJIAN PUSTAKA B. Media Audio Visual


B. Media Audio Visual

Perkembangan dan kemajuan dalam bidang ilmu dan teknologi telah membawa pengaruh yang besar dalam dunia pendidikan. Pendidikan pada dasarnya memiliki fungsi dan tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut dilaksanakan pembelajaran yang mendapat dukungan media pendidikan yang tepat dan efektif. 
Media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Penggunaan media pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum dan kemampuan siswa. Sebelum menggunakan media sebagai sarana penunjang pembelajaran, guru memiliki pengetahuan dan pemakaian media tersebut.

Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB II KAJIAN PUSTAKA

Media berarti wadah atau sarana. Dalam bidang komunikasi, istilah media yang sering kita sebut sebenarnya adalah penyebutan singkat dari media komunikasi.
Menurut Gagne (1970) media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar, seperti ; buku, film, kaset, film bingkai dan lain-lain. Menurut Kosasih Djahiri (1999) berpendapat bahwa media adalah sesuatu yang bersifat materiel – inmaterial atau behavioral atau personal yang dijadikan wahana kemudahan, kelancaran serta keberhasilan proses hasil belajar
.
Menurut Dr. Arief S. Sadiman, MSc.dkk, dalam bukunya “ Media Pendidikan ( pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya ) “ menjelaskan bahwa kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar dari pengirim ke penerima pesan.

 Baca Juga : soal ipa smp kelas 7 semester 2 dan kunci jawaban

Aristo (2004:13) menjelaskan secara umum dalam proses pembelajaran media memiliki fungsi yang sangat penting yaitu memperlancar interaksi antara siswa dan guru sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Kamp, Dkk (1985) dalam Aristo (2004:13-15) mengidentifikasi beberapa manfaat dalam pembelajaran, yaitu :
1) Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan.
2) Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik.
3) Proses pembelajaran menjadi lebih intensif.
4) Efisiensi dalam waktu dan tenaga.
5) Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.
6) Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.
7) Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar.
8) Mengubah pesan guru kearah yang lebih positif dan peroduktif.

Banyak batasan yang diberikan para ahli mengenai media. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan ( Association of Education and Communication Technology/AECT ), membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. Sementara Gagne ( 1970 ) berpendapat bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa tersebut untuk belajar. Briggs (1970) menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga protes belajar terjadi.

Media komunikasi sangat berperan dalam mempengaruhi perubahan masyarakat. Televisi dan radio adalah contoh media yang paling sukses menjadi pendorong perubahan. Audio-visual juga dapat menjadi media komunikasi. Penyebutan audio-visual sebenarnya mengacu pada indra yang menjadi sasaran dari media tersebut. Media audiovisual mengandalkan pendengaran dan penglihatan dari khalayak sasaran (penonton). Produk audio-visual dapat menjadi media dokumentasi dan dapat juga menjadi media komunikasi. Sebagai media dokumentasi tujuan yang lebih utama adalah mendapatkan fakta dari suatu peristiwa. Sedangkan sebagai media komunikasi, sebuah produk audio-visual melibatkan lebih banyak elemen media dan lebih membutuhkan perencanaan agar dapat mengkomunikasikan sesuatu. Film cerita, iklan, media pembelajaran adalah contoh media audio-visual yang lebih menonjolkan fungsi komunikasi. Media dokumentasi sering menjadi salah satu elemen dari media komunikasi. Karena melibatkan banyak elemen media, maka produk audio-visual yang diperuntukkan sebagai media komunikasi kini sering disebut sebagai multimedia.

3. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Metode Demonstrasi

3. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Metode Demonstrasi

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Metode Demonstrasi
Menurut Drs. Lukmanul Hakim, M.Pd.,dalam bukunya Perencanaan Pembelajaran (2007) mengungkapkan bahwa strategi dan metode dalam proses pembelajaan. Strategi adalah siasat melakukan kegiatan. Kegiatan dalam pembelajaran yang mencakup metode dan teknik pembelajaran.

Yang dimaksud dengan Metode Demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya atau bekerjanya suatu proses atau langkah-langkah kerja dari suatu alat atau instrumen tertentu kepada siswa. 
Untuk memperjelas pengertian tersebut dalam prakteknya dapat dilakukan oleh guru atau anak didik itu sendiri. Metode Demonstrasi cukup baik apabila digunakan dalam penyampaian bahan pelajaran sains dan teknologi, misalnya : bagaimana cara kerja suatu mesin cuci atau apa yang terjadi jika suatu balon berisi air di bakar dengan api dan sebagainya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam metode demonstrasi :
1. Demonstrasi akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak bisa di amati dengan seksama oleh siswa. misalnya alatnya terlalu kecil atau penjelasannya tidak jelas.
2. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga.
3. Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di kelas karena alat-alat yang terlalu besar atau yang berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas.
4. Hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis tetapi dapat membangkitkan minat siswa.
5. Guru harus dapat memperagakan demonstrasi dengan sebaik-baiknya, karena itu guru perlu mengulang-ulang peragaan di rumah dan memeriksa semua alat yang akan dipakai sebelumnya sehingga sewaktu mendemonstrasikan di depan kelas semuanya berjalan dengan baik.

Kelebihan metode demonstrasi adalah :
1. Perhatian anak didik dapat dipusatkan, dan titik berat yang di anggap penting oleh guru dapat di amati.
2. Perhatian anak didik akan lebih terpusat pada apa yang didemonstrasikan, jadi proses anak didik akan lebih terarah dan akan mengurangi perhatian anak didik kepada masalah lain.
3. Dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses belajar.
4. Dapat menambah pengalaman anak didik.
5. Bisa membantu siswa ingat lebih lama tentang materi yang di sampaikan.
6. Dapat mengurangi kesalah pahaman karena pengajaran lebih jelas dan kongkrit.
7. Dapat menjawab semua masalah yang timbul di dalam pikiran setiap siswa karna ikut serta berperan secara langsung.

Kelebihan metode demonstrasi adalah :
1. Memerlukan waktu yang cukup banyak.
2. Apabila terjadi kekurangan media, metode demonstrasi menjadi kurang efesien.
3. Memerlukan biaya yang cukup mahal, terutama untuk membeli bahan-bahannya.
4. Memerlukan tenaga yang tidak sedikit.
5. Apabila siswa tidak aktif maka metode demonstran menjadi tidak efektif.


Langkah-langkah dalam penerapan metode demonstrasi adalah:

a. Perencanaan
Dalam perencanaan hal-hal yang dilakukan ialah :
1). Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat tercapai setelah metode demontrasi berakhir.
2). Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan di laksanakan.
3). Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan
4). Selama demonstrasi berlangsung guru harus instrospeksi diri apakah :
(a). Keterangan-keterangan dapat di dengar dengan jelas oleh siswa
(b). Apakah semua media yang di gunaka telah di tempatkan pada posisi yang baik, hingga semua siswa dapat melihat semuanya dengan jelas
(c). Siswa membuat catatan-catatan yang dianggap perlu
5). Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak didik
b. Pelaksanaannya:
Hal-hal yang di lakukan adalah :
1. Memeriksa hal-hal tersebut di atas untuk kesekian kalinya
2. Melakukan demonstrasi dengan menarik perhatian siswa
3. Mengingat pokok materi yang akan didemonstrasikan agar mencapai sasaran
4. Memperhatikan keadaan siswa, apakah semuanya mengikuti demonstrasi dengan baik
5. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif
6. Menghindari ketegangan
7. Evaluasi; dapat berupa pemberian tugas, seperti membuat laporan, menjawab pertanyaan, mengadakan latihan lebih lanjut baik di sekolah maupun di rumah.
Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya
http://guruipabanyuasin.blogspot.com
4. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB I PENDAHULUAN B.  Identifikasi Masalah

4. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB I PENDAHULUAN B. Identifikasi Masalah


B. Identifikasi Masalah

Selama proses pembelajaran berlangsung , sebagian besar siswa kurang bersemangat mengikutinya, dan ketika diberikan soal-soal latihan mereka mengalami kesulitan dalam mengerjakannya, hal ini terjadi karena para siswa belum memahami materi pelajaran yang telah dikelaskan oleh guru.
Hasil tes yang diperoleh dari jumlah siswa sebanyak 43, hanya 17 siswa yang mendapatkan nilai di atas 6 atau sekitar 42 %. Siswa yang mendapat nilai di bawah 6 sebanyak 25 siswa atau sekitar 58 %. Hasil tes ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan karena masih di bawah standar ketuntasan minimal, hal ini mengisyaratkan bahwa tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran masih rendah.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penulis mencoba untuk mengidentifikasi faktor penyebab kurang berhasilnya proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan sehingga hasil belajar siswa rendah. Ada beberapa masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran, yaitu :
1. Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran hal ini dapat dilihat dari hasil tes yang masih di bawah standar KKM;
2. Teknik pembelajaran mengenai sistem tata surya kurang bervariasi;
3. Siswa kurang termotivasi untuk mengikuti pelajaran.

Baca Juga : soal ipa smp kelas 9 dan kunci jawaban

C. Analisis Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang dikemukakan, penulis mencoba menganalisis penyebab rendahnya hasil belajar siswa, diantaranya :
1. Mengapa hasil belajar siswa rendah ?
2. Mengapa penguasaan materi pelajaran siswa dalam proses pembelajaran rendah ?
3. Mengapa siswa kurang termotivasi dalam mengikuti pelajaran?

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan analisis masalah di atas, maka yang akan menjadi fokus perbaikan pembelajaran adalah :
1. Apakah penerapan metode demonstrasi dengan menggunakan media audio visual dapat meningkatkan pemahaman mengenai sistem tata surya pada siswa kelas 6 ?


E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pertanyaan penelitian tindakan kelas yang terdapat
pada rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan :
1. Untuk meningkatkan pemahaman mengenai sistem tata surya pada siswa kelas 6 melalui penerapan metode demonstrasi dengan menggunakan media audio visual.

F. Manfaat perbaikan

1. Manfaat bagi siswa, untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai sistem tata surya.
2. Manfaat bagi guru, untuk mengembangkan potensi guru dalam pembelajaran IPA dengan menerapkan metode demonstrasi dengan menggunakan media audio visual.
3. Manfaat bagi sekolah, untuk meningkatkan kwalitas pendidikan dasar.
http://guruipabanyuasin.blogspot.com
2. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB I PENDAHULUAN A.  Latar Belakang

2. Ptk ipa smp kelas 8 semester 2 kurikulum 2013 sistem tata surya BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam Lingkup mikro pendidikan diwujudkan melalui proses belajar mengajar di dalam kelas maupun di luar kelas. Proses ini berlangsung edukatif. Melalui proses belajar mengajar inilah peserta didik akan mengalami proses perkembangan kearah yang lebih baik dan bermakna agar hal tersebut dapat terwujud maka diperlukan suasana proses belajar mengajar yang kondusif bagi peserta didik dalam melampaui tahapan-tahapan belajar secara bermakna dan efektif sehingga menjadi pribadi yang percaya diri, inovatif dan kreatif (Surya, 1992: 179).

Untuk meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah memperbaiki dan mengubah kurikulum yang digunakan di sekolah. Saat ini diluncurkan Kurikulum 2006 yang menggantikan Kurikulum 2004, padahal belum semua sekolah dapat melaksanakan Kurikulum 2004, sudah keluar kurikulum 2013. Akan tetapi apapun jenis dan nama kurikulum yang digunakan, keberhasilan pembelajaran di sekolah bergantung pada implementasinya dalam pembelajaran oleh guru. Guru merupakan faktor yang berpengaruh sangat besar dalam proses belajar mengajar, bahkan sangat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar.

Pendidikan adalah proses memproduksi sistem nilai dan budaya kearah yang lebih baik, antara lain dalam pembentukan kepribadian, keterampilan dan perkembangan intelektual siswa. Dalam lembaga formal proses reproduksi nilai dan budaya ini dilakukan terutama dengan mediasi proses belajar mengajar sejumlah mata pelajaran di kelas. Salah satu mata pelajaran yang turut berperan penting dalam pendidikan wawasan, keterampilan dan sikap ilmiah sejak dini bagi anak adalah mata pelajaran IPA. Ilmu Pengetahuan Alam adalah pengetahuan yang rasional dan objektif tentang alam semesta dan segala isinya.
sains merupakan cara mencari tahu tentang alam sekitar secara sistematis untuk mengusai pengetahuan, fakta-fakta, konsep-konsep,
prinsip-prinsip, proses penemuan, dan memiliki sikap ilmiah. Pendidikan sains bermanfaat bermanfaat bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. Pendidikan sains menekankan pada pemberian pengalaman langsung dan kegiatan praktis untuk mengembangkan kompetensi agar siswa memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan sains diarahakan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Idealnya, pembelajaran sains digunakan sebagai wahana bagi siswa untuk menjadi ilmuwan, terutama siswa Sekolah Dasar. Melalui pembelajaran sains di sekolah siswa dilatih berpikir, membuat konsep ataupun dalil melalui pengamatan, dan percobaan.
Berdasarkan hal tersebut, tergambar jelas tugas yang harus diemban guru-guru di sekolah dasar. Untuk mewujudkan keinginan pembelajaran di Sekolah Dasar yang tertuang di dalam kurikulum, para guru mengemban amanat yang sangat besar. Untuk mencapai pembelajaran yang diinginkan kurikulum, guru harus mampu menjadi fasilitator dalam pembelajaran Sains, dan mampu menciptakan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswanya. Dalam pembelajaran, guru harus sebnyak mungkin melibatkan peserta didik secara aktif agar siswa mampu bereksplorasi untuk membentuk kompetensi dengan menggali berbagai potensi, dan kebenaran ilmiah.
Belajar bukan hanya bergantung pada lingkungan atau kondisi belajar melainkan juga pengetahuan awal siswa. Pengetahuan ini tidak dapat dipindahkan secara utuh dari pikiran guru ke siswa, namun secara aktif dibangun oleh siswa sendiri melalui pengalaman nyata. Hal ini sejalan dengan pendapat Piaget yang mengatakan bahwa belajar merupakan proses adaptasi terhadap lingkungan yang melibatkan asimilasi, yaitu proses bergabungnya stimulus ke dalam struktur kognitif. Bila stimulus baru tersebut masuk ke dalam struktur kognitif diasimilasikan, maka akan terjadi proses adaptasi yang disebut kesinambungan dan struktur kognitif menjadi bertambah.

Guru sebagai ujung tombak yang menentukan keberhasilan pendidikan dan pengajaran di sekolah, sepertinya belum dapat mengantisipasi keadaan dan keperluan siswa. Sebagian guru masih menggunakan pembelajaran pola lama, yaitu proses pembelajaran satu arah yang didominansi oleh guru melalui metode ceramah dan masih kurang melibatkan siswa untuk aktif dalam proses belajar mengajar. Dalam pembelajaran, guru hanya bersikap sebagai pelaksana tugas dalam pembelajaran, bukan memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswanya. Guru pun jarang menciptakan model pembelajaran sains dengan pengamatan langsung, percobaan, ataupun simulasi. Akibatnya, sains dianggap sebagai pelajaran hafalan. Padahal, pembelajaran sains dapat menjadi wahana bagi siswa untuk berlatih menjadi ilmuwan, mengembangkan menumbuhkan motivasi, inovasi, dan kreativitas sehingga siswa mampu menghadapi masa depan yang penuh tantangan melalui penguasaan sains. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru tidak boleh mendominasi pembelajaran di dalam kelas, dengan menganggap siswa tidak memiliki pengetahuan awal. Siswa tidak boleh dicekoki dengan hafalan, melalui transfer hal-hal yang tercantum dalam buku teks. Akan tetapi, siswa harus dilatih berpikir dan membuat konsep berdasarkan pengamatan dan percobaan. Jika siswa memberi infut, guru harus mau menerimanya dan jangan memutus proses eksplorasi berfikir siswa hanya karena tidak sesuai dengan buku pegangan. Untuk menjadi ilmuwan ataupun untuk belajar diperlukan independensi berfikir. Oleh karena itu, guru seharusnya kreatif dan inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga mampu memenuhi keperluan pembelajaran untuk setiap siswanya.
Dengan demikian jelas bahwa tahap berpikir anak usia SMP harus dikaitkan dengan hal-hal nyata dan pengetahuan awal siswa yang telah dibangun mereka dengan sendirinya.
Sehubungan dengan hal tersebut metode mengajar yang digunakan oleh guru hendaknya bervariasi sesuai dengan tujuan dan materi yang diajarkan. Dengan metode yang bervariasi inilah siswa akan begairah dalam belajar secara inovatif dan kreatif. Metode yang digunakan dalam interaksi belajar mengajar merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dan kelancaran proses pembelajaran.

Baca Juga : soal ipa smp kelas 9 dan pembahasannya

Usaha untuk meningkatkan pemahaman siswa memerlukan metode yang efektif dan efisien. Selain itu, diperlukan pula media pembelajaran yang tepat sehingga siswa dapat menguasai kompetensi yang diharapkan. Dalam proses belajar mengajar, media memiliki peran yang sangat penting menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Penerapan metode demonstrasi dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran mengenai sistem tata surya diharapkan membangkitkan rasa ingin tahu dan minat siswa serta motivasi untuk belajar, juga dapat mempermudah siswa dalam memahami materi dan informasi yang disampaikan. Dengan demikian, penerapan metode demonstrasi dengan menggunakan media audio visual diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai tata surya pada siswa kelas IX.1

Pada pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang Tata Surya menunjukkan hasil belajar yang kurang memuaskan. Sebagian besar siswa memperoleh nilai di bawah standar ketuntasan belajar minimal yang sudah ditentukan.  
http://guruipabanyuasin.blogspot.com